Untuk Yang Terkasih,
Sayang.. tau kah kau? Aku masih belum bisa mencerna apa yang
terjadi tadi. Percakapan tadi, perdebatan tadi ? apakah seperti ini akhirnya ?
Berpisah ?
Sayang.. tau kah kau? Aku gadis bodohmu, aku yang selalu
menanyakan segala sesuatu kepadamu, jika seperti ini akhirnya, aku hendak
bertanya pada siapa lagi ? aku pasti akan semakin bodoh tentang segala ketidak
tahuanku.
Sayang.. Tau kah kau? Aku gadis manjamu, yang selalu
mengeluhkan segala sesuatu tentang diriku, menyenderkan kepala di pangkuanmu,
dan terhanyut di pelukanmu. Jika kau tak ada , siapa yang akan menguatkanku ?
Sayangku.. tidakkah kau ingat awal perkenalan kita? Semua
canda tawa kita, sekedar senda gurau via telfon hingga larut malam. Ucapan
selamat malam kita. Tidak kah kau ingat wahai yang terkasih? Banyak cobaan yang
kita dapat, aku yang selalu hampir rubuh selalu kau kuatkan, aku percaya kau
akan bisa selalu kuat dan menjaga ku agar tidak rubuh, tapi sekarang? Aku masih
tidak percaya kau membiarkanku jatuh hingga hancur berkeping keeping.
Sayaaang… Aku terjatuh, aku… aku sekarang menjadi kepingan
yang berserakan.. aku tak tau harus berbuat apa. Bicara ! Bicaralah sayang !
Apa yang harus aku lakukan untuk menjadikan kepingan ini menyatu lagi. Aku tak ingin berbicara pada dinding, aku tak ingin menjawab kembali pertanyaan yang aku tanyakan sendiri .
Apa aku harus bermain dengan pikiranku ini ? Andai kau biarkan aku larut dalam keadaan ini. Kau pasti akan melihat..melihat rambutku sangat kusut, melihat wjahku sangat pucat, tubuhku tak mau lagi mengenal makanan. Mataku yang enggan lagi melihat ke cermin. Tanganku berat sekedar untuk membelai rambut yang dulu sering kau belai.
Apa aku harus bermain dengan pikiranku ini ? Andai kau biarkan aku larut dalam keadaan ini. Kau pasti akan melihat..melihat rambutku sangat kusut, melihat wjahku sangat pucat, tubuhku tak mau lagi mengenal makanan. Mataku yang enggan lagi melihat ke cermin. Tanganku berat sekedar untuk membelai rambut yang dulu sering kau belai.
Sayangku.. apa kau dengar tangisanku ? teriakanku dari dalam
ruang sempit ini ? apa kau dengar tawaku yang tiba tiba meledak saat mengingat
tingkah lucumu, dan berganti tangis lagi saat ku ingat kau tak lagi ada di
sisiku ?
Aku sangat membutuhkanmu………Sayangku.
Matahari dan Bulan
tak lagi aku mengenalnya
Hanya warna yang sama
di setiap harinya
Gelap.. Gelap.. dan
Gelap.
Dari Orang yang Kau
Lepaskan
Tidak ada komentar :
Posting Komentar