Minggu, 06 Oktober 2013

Rindu untuk masalalu

aku ingin mengutip salah satu kata yang Zarry tulis ..

Aku tahu kau akan merindukanku
Aku harap kita akana berjumpa lagi
Pelukan yang hangat
Ciuman yang hangat
Cinta yang hangat
Kuharap kita tak lagi kedinginan seperti ini
Bisa jadi akan sulit membbawa hari
sekarang aku jatuh jauh dari matamu
Rasa ???
Rasanya.....
Rasa tidak akan hilang oleh waktu
Kau akan berada selalu dihatiku,
Kau akan selalu mengawasi setiap degup jantungku
Sampai saat dimana aku akan menjumpai hari yang manis
yahh... "Sampai saat dimana aku menjumpai hari yang manis" . :)
sosok yang berbeda darimu kini ada dihadapanku, sosok yang aku harapkan bisa menjadi wajah baru dalam hidupku, seseoarang yang akan dengan senantiasa mengembangkan senyum dibibirku. mungkin sampai sekarang belum ada yang bisa menggesermu dari hatiku, tapi semoga sosok yang berbeda ini akan mampu.
aku sudah cukup jauh untuk terus mengutuki hatiku yang tak kunjung sembuh. meskipun aku tau.. 
sebenarnya kau dan aku tetap akan sama sama merindu, Mungkin ini keterlaluan. tapi yang sudah lalu masih aku lalui. Aku cinta masa laluku. Kau sudah berlalu mencintaiku, dan aku masih terlalu mencintaimu. selalu.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Ini masih pagi gelap 02.00

ini sudah masuk pagi bahkan sudah lewat dari pukul 02.00. aku masih belum bisa memejamkan mataku setelah apa yang terjadi di akhir-akhir ini,yahh... tentang berubah fungsinya bunga tidurku. dan kenapa si bayangmu semakin menjelas . "apa kau merasakan jika aku rindu ? apa kau tau hatiku selalu menunggumu? " alih alih untuk mendapat jawaban justru kekecewaan yang turutbersamanya. Tuhann.. benarkah semua akan sembuh seiring berjalannya waktu ? jika memang begitu, siapa yang akan menompang hatiku untuk menompang paruh waktu  menuju sembuh ?jika bayangnya saja tak mau lenyap dari ingatanku.
" Apa aku harus mencobanya lagi ? bagaimana jika aku tersakiti kembali ?" aaarrghh.. aku benar - benar frustasi untuk hal - hal semacam ini. untuk pertama kalinya aku menjatuhkan hati begitu dallam, hingga ia hancur tak bersisa. Mungkin aku yang salah karena tidak mengukur kedalamnya sebelum kujatuhkan,hingga hatikupun jatuh dan terbentur tanpa ragu.
lelah di hatiku kini seperti benalu, tak mengenal waktu, tak perduli meskipun aku mulai rapuh. lelah ini mencecarku hingga membuatku semakin tersudut, jatuh dan jatuh. "Diam ? Iya, aku hanya bisa diam " mungkin aku hanya bisa terdiam sembari mendengar senandung bimbang di otakku dan menunggu mentari menampakkan senyumnya lagi.
Tapi jarum jam terasa begitu membosankan, hanya mengulangi bunyi tik-tiknya tanpa berputar secara cepat. " mengapa pagi ini lama sekali menjemput matahari agar ia bisa segera menampakan diri ?" Aku bosan di kurung kesepian ini, di tengah sunyi yang sedang bernyanyi. Aku bosan menerawang imajinasiku sendiri dengan sakit hati, aku bosan mengingat sesuatu yang sudah pasti tidak mungkin kembali.
Sungguh aku bosan dengan bunga mimpi yang menghancurkan tidurku.. semoga pagi gelap ini cepat berlalu, berganti dengan mentari yang membentangkan diri menyambut pagi terang. dan membantuku untuk sejenak lari dari masalah yang kuhadapi.


Note : 

L E L A P

Aku sudah berbaring di atas tempat tidur
Aku sudah memadamkan lampu kamar
Kutemukan diriku dalam selimut
Dipejamku menyambut mimpi
Kaulah siluet yang berbicara
Cinta yang datang tanpa cahaya
Bebunyian merdu di dalam gelap
Hitam ppekat yang ku nantikan
Untuk ku simpan di bawah lelap. 

by : Zarry Hendrik

Rabu, 02 Oktober 2013

Bunga Tidur yang tak lagi menjadi Bunga

aku mulai mengutuk rasa yang sempat singgah. yang hadir tanpa undangan dan menetap dengan kuatnya. aku mulai merasa tidak nyaman dengan rasa yang kata orang itu indah. rasa yang mampu menimbulkan bahagia. mana buktinya ? aku tetap tidak nyaman dengan semuanya.
ahhhhh.... aku terus menerus mengeluh dalam desah lemasku. bahkan sampai malam tadi, aku masih di hantui oleh rasa yang sempat menyakiti. pintar sekali ia mencari jalan masuk ke alam mimpi, yang seharusnya hanya aku yang bisa memiliki kunci.
bahkan ini masih pagi buta , tapi aku selalu saja di bangunkan oleh bunga tidur yang menurutku sekarang sudah tidak lagi berfungsi menjadi bunga, melainkan berubah fungsi menjadi pisau yang selalu siap melukaiku setiap kali aku metup mata. yang selalu saja merusak istirahatku dengan egoisnya.
yahh.. aku lelah bermain dengan alam bawah sadarku yang selalu lebih kuat dari logikaku. Mimpi itu ? Bunga Tidur itu ? Bagaimana mereka bisa menyakitiku dengan begitu mudah, hanya berbekalkan rasa kecewa yang mendera ? bahkan bukan ragaku yang mereka bidik, melainka jiwaku yang sedang asik bermain di alam sana. setiap malam ku terbangun, pertanyaan itu selalu menari di kepalaku. Bagaimana bisa mimpi itu selalu datang di malam malam ku?
aku terbangun dengan rasa nyeri yang amat di setiap desiran dadaku, tanpa terasa air dari sudut mataku berhasil melarikan diri dengan sempurna, seperti tak ada lagi benteng yang mampu menghalanginya. aku berfikir dalam sunyi " Aku nyaman bersamanya " itu yang selalu aku rasa, hingga semua kenyamanan itu porak poranda hanya dengan satu kata " KEBOHONGAN " .aku kembali menutup kedua mataku, sambil menghapus butiran air yang sempat jatuh.
"Ya tuhan... bagaimana ini bisa terjadi padaku ?" desahku dalam lirih, desahku yang masih saja tak bisa mengerti, desahku yang masih tak percaya ini benar-benar terjadi. dalam gelap aku menerawang di balik cahaya yang berhasil sedikit mencuri masuk. Sebuah senyum terlintas di ingatanku. "itu dia.. senyum itu !" senyum yang membuatku bodoh untuk tidak melihat kenyataan. senyum yang selalu teduh, senyum yang mampu membawaku kealam yang slalu ingin ku jamah.
Air mataku lagi lagi menerobos dengan mudahnya. hanya dengan mengingat senyummu saja, aku merasa semua akan baik-baik saja, meskipun kenyataannya hanya menjadi kenangan belaka dan hanya meninggalkan luka kecewa yang teramat dalam.
Bunga tidurku yang indah .. kini tak mampu lagi menjadi bunga. Bunga tidurku yang indah selalu berubah menjadi proyeksi luka.