Rabu, 02 Oktober 2013

Bunga Tidur yang tak lagi menjadi Bunga

aku mulai mengutuk rasa yang sempat singgah. yang hadir tanpa undangan dan menetap dengan kuatnya. aku mulai merasa tidak nyaman dengan rasa yang kata orang itu indah. rasa yang mampu menimbulkan bahagia. mana buktinya ? aku tetap tidak nyaman dengan semuanya.
ahhhhh.... aku terus menerus mengeluh dalam desah lemasku. bahkan sampai malam tadi, aku masih di hantui oleh rasa yang sempat menyakiti. pintar sekali ia mencari jalan masuk ke alam mimpi, yang seharusnya hanya aku yang bisa memiliki kunci.
bahkan ini masih pagi buta , tapi aku selalu saja di bangunkan oleh bunga tidur yang menurutku sekarang sudah tidak lagi berfungsi menjadi bunga, melainkan berubah fungsi menjadi pisau yang selalu siap melukaiku setiap kali aku metup mata. yang selalu saja merusak istirahatku dengan egoisnya.
yahh.. aku lelah bermain dengan alam bawah sadarku yang selalu lebih kuat dari logikaku. Mimpi itu ? Bunga Tidur itu ? Bagaimana mereka bisa menyakitiku dengan begitu mudah, hanya berbekalkan rasa kecewa yang mendera ? bahkan bukan ragaku yang mereka bidik, melainka jiwaku yang sedang asik bermain di alam sana. setiap malam ku terbangun, pertanyaan itu selalu menari di kepalaku. Bagaimana bisa mimpi itu selalu datang di malam malam ku?
aku terbangun dengan rasa nyeri yang amat di setiap desiran dadaku, tanpa terasa air dari sudut mataku berhasil melarikan diri dengan sempurna, seperti tak ada lagi benteng yang mampu menghalanginya. aku berfikir dalam sunyi " Aku nyaman bersamanya " itu yang selalu aku rasa, hingga semua kenyamanan itu porak poranda hanya dengan satu kata " KEBOHONGAN " .aku kembali menutup kedua mataku, sambil menghapus butiran air yang sempat jatuh.
"Ya tuhan... bagaimana ini bisa terjadi padaku ?" desahku dalam lirih, desahku yang masih saja tak bisa mengerti, desahku yang masih tak percaya ini benar-benar terjadi. dalam gelap aku menerawang di balik cahaya yang berhasil sedikit mencuri masuk. Sebuah senyum terlintas di ingatanku. "itu dia.. senyum itu !" senyum yang membuatku bodoh untuk tidak melihat kenyataan. senyum yang selalu teduh, senyum yang mampu membawaku kealam yang slalu ingin ku jamah.
Air mataku lagi lagi menerobos dengan mudahnya. hanya dengan mengingat senyummu saja, aku merasa semua akan baik-baik saja, meskipun kenyataannya hanya menjadi kenangan belaka dan hanya meninggalkan luka kecewa yang teramat dalam.
Bunga tidurku yang indah .. kini tak mampu lagi menjadi bunga. Bunga tidurku yang indah selalu berubah menjadi proyeksi luka.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar