Sabtu, 05 Oktober 2013

Ini masih pagi gelap 02.00

ini sudah masuk pagi bahkan sudah lewat dari pukul 02.00. aku masih belum bisa memejamkan mataku setelah apa yang terjadi di akhir-akhir ini,yahh... tentang berubah fungsinya bunga tidurku. dan kenapa si bayangmu semakin menjelas . "apa kau merasakan jika aku rindu ? apa kau tau hatiku selalu menunggumu? " alih alih untuk mendapat jawaban justru kekecewaan yang turutbersamanya. Tuhann.. benarkah semua akan sembuh seiring berjalannya waktu ? jika memang begitu, siapa yang akan menompang hatiku untuk menompang paruh waktu  menuju sembuh ?jika bayangnya saja tak mau lenyap dari ingatanku.
" Apa aku harus mencobanya lagi ? bagaimana jika aku tersakiti kembali ?" aaarrghh.. aku benar - benar frustasi untuk hal - hal semacam ini. untuk pertama kalinya aku menjatuhkan hati begitu dallam, hingga ia hancur tak bersisa. Mungkin aku yang salah karena tidak mengukur kedalamnya sebelum kujatuhkan,hingga hatikupun jatuh dan terbentur tanpa ragu.
lelah di hatiku kini seperti benalu, tak mengenal waktu, tak perduli meskipun aku mulai rapuh. lelah ini mencecarku hingga membuatku semakin tersudut, jatuh dan jatuh. "Diam ? Iya, aku hanya bisa diam " mungkin aku hanya bisa terdiam sembari mendengar senandung bimbang di otakku dan menunggu mentari menampakkan senyumnya lagi.
Tapi jarum jam terasa begitu membosankan, hanya mengulangi bunyi tik-tiknya tanpa berputar secara cepat. " mengapa pagi ini lama sekali menjemput matahari agar ia bisa segera menampakan diri ?" Aku bosan di kurung kesepian ini, di tengah sunyi yang sedang bernyanyi. Aku bosan menerawang imajinasiku sendiri dengan sakit hati, aku bosan mengingat sesuatu yang sudah pasti tidak mungkin kembali.
Sungguh aku bosan dengan bunga mimpi yang menghancurkan tidurku.. semoga pagi gelap ini cepat berlalu, berganti dengan mentari yang membentangkan diri menyambut pagi terang. dan membantuku untuk sejenak lari dari masalah yang kuhadapi.


Note : 

L E L A P

Aku sudah berbaring di atas tempat tidur
Aku sudah memadamkan lampu kamar
Kutemukan diriku dalam selimut
Dipejamku menyambut mimpi
Kaulah siluet yang berbicara
Cinta yang datang tanpa cahaya
Bebunyian merdu di dalam gelap
Hitam ppekat yang ku nantikan
Untuk ku simpan di bawah lelap. 

by : Zarry Hendrik

Tidak ada komentar :

Posting Komentar