Kadang banyak hal hal yang tidak dapat di utarakan dengan mulut terbuka.
Hanya bisa mengumpat lewat batin semata. saat apa yang kita harapkan tak lalu juga menjadi nyata.
Senyum yang menyerupai kebahagaian atau kesakitan yang tidak kunjung terungkapkan. ketika melihat sosok bayangan samar, abu-abu, yang tak pernah kunjung menjadi berwarna.Impianku, Harapanku, tak juga menjadi realita yang ku jalani setelah ku lepas para sosok bayang abu-abu yang sempat sebentar singgah.
kini semua terlihat begitu berwarna, setelah aku lepas keabu-abuan itu dari diri yang tak kunjung berhenti untuk bermimpi. Apakah itu benar adanya ? bahwa aku adalah sosok yang menghilangkan para warna ?? sehingga semua terkesan abu-abu saat berada di dekatku ? atau.. Para warna itu enggan menunjukan warnanya kepadaku , sehingga hanya perpaduan hitam dan putih atau abu-abu yang berada disisiku.. aku membenci para warna yang membuat hidupku kelam karna keengganan mereka menunjukan warnanya saat didekatku.
Aku hanya memimpikan mendapatkan sesosok warna yang terang, yang jelas , tanpa harus ku tunggu prosesnya untuk mendapatkan warna itu. apa aku salah ketika aku memimpikan realita yang ku anggap indah? mengapa keabu-abuan itu menjadi sangat berwarna ketika kulihat dari keterpurukanku yang berada di sudut hitam ini. apakah salah ketika sesal itu menjadi nyata di depan mata ? toh aku hanya menyesali ketika memandang warna-warna itu sebagai ke abu-abuan belaka.
yahh.. :) dan kini kulihat semua indah, kan ku lepas keabu-abuan itu agar mereka menjadi berwarna, setidaknya aku bs menikmatinya dari balik kelam warna yang ku punya, dan kan ku lihat mereka sebagai pelangi yang indah ketika kekelaman itu mulai sedikit sirna .. :)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar